1. jolma nasantum malo marsiajar
jolma namulia marparange nawajar PANTUN TENTANG MERAIH CITA -CITA
onma pantun poda marsiajar
aso cita cita momo dikejar .
1. Natokoh jahat ima kurawa
ana okok giot markuaso
totop semangat ho mahasiswa PANTUN TETANG MASA DEPAN
ho ima masa depan ni bangso .
3. Ari borgin golap gulita
pagalak lilin oban tu taman PANTUN TENTANG BUDAYA
sopan santun budaya ta
jadi habanggaan zaman marsamo .
4. Mardalan -dalan tu surabaya PANTUN TENTANG CERIA
ulang lupa siluana
molo bohi ta ceria
Nguluon pe taraso marasonang ni roha
1). ᯐᯞᯬ᯲ᯔ ᯉᯚᯉ᯲ᯖᯉᯮ᯲ ᯔᯞᯬ ᯔᯒ᯲ᯚᯪᯀᯐᯒ᯲.
ᯐᯞᯬ᯲ᯔ ᯉᯔᯮᯞᯪᯀ ᯔᯒ᯲ᯇᯒᯝᯩ ᯉᯋᯐᯒ᯲.
ᯀᯉᯬ᯲ᯔ ᯇᯉ᯲ᯖᯉᯮ᯲ ᯇᯬᯑ ᯔᯒ᯲ᯚᯪᯀᯐᯒ᯲.
ᯀᯚᯬ ᯦ᯪᯖ² ᯔᯬᯔᯬ ᯑᯪᯄ᯦ᯬᯐᯒ᯲.
2). ᯉᯖᯬᯄ᯦ᯄᯬ᯲ ᯐᯄᯖ᯲ ᯤᯔ ᯄ᯦ᯮᯒᯋ.
ᯀᯉ ᯀᯬᯄ᯦ᯄ᯦ᯬ᯲ ᯎᯪᯀᯖᯬ᯲ ᯔᯒ᯲ᯄ᯦ᯮᯀᯚᯬ.
ᯖᯬᯖᯇᯬ᯲ ᯚᯩᯔᯝᯖ᯲ ᯄᯬ ᯔᯄᯚᯚᯪ᯲ᯋ.
ᯄᯬ ᯤᯔ ᯔᯚ ᯑᯩᯇᯉ᯲ ᯉᯪ ᯅ^ᯚᯬ.
3). ᯀᯒᯪ ᯅᯒᯬ᯲ᯝᯉᯪ᯲ ᯎᯬᯞᯇ᯲ ᯎᯮᯞᯪᯖ.
ᯇᯎᯞᯄ᯦᯲ ᯞᯪᯞᯉᯪ᯲ ᯀᯬᯅᯉ᯲ ᯖᯮ ᯖᯔᯉ᯲.
ᯚᯬᯇᯉ᯲ ᯚᯉ᯲ᯖᯉᯮ᯲ ᯅᯮᯑᯛ ᯖ.
ᯐᯑᯪ ᯄᯅ^ᯎᯀᯉ᯲ ᯐᯔᯉ᯲ ᯔᯒ᯲ᯚᯔᯬ.
4). ᯔᯒ᯲ᯑᯞᯉ᯲-ᯑᯞᯉ᯲ ᯖᯮ ᯚᯮᯒᯅᯛ.
ᯥᯞ^ ᯞᯮᯇ ᯚᯪᯞᯮᯀᯉ.
ᯔᯬᯞᯬ ᯅᯬᯄᯪ ᯖ ᯦ᯩᯒᯪᯀ.
ᯝᯬᯞᯮᯀᯉᯬ᯲ ᯇᯩ ᯖᯒᯚᯬ ᯔᯒᯚᯬᯉ^ ᯉᯪ ᯒᯬᯄ
Pantun :
1. Orang santun cakap belajar
Orang mulia bertindak wajar
Inilah pantun nasihat belajar
Agar cita cita mudah dikejar
2. Yang tokoh jahat adalah korawa
Sangat serakah ingin berkuasa
Tetap semangat wahai mahasiswa
Engkau adalah masa depan bangsa
3. Hari malam gelap gulita
Pasang lilin jarang ke taman
Sopan santun budaya kita
Jadi kebanggaan zaman. Bersama
4. Jalan jalan ke Surabaya
Jangan lupa oleh olehnya
Bila wajah kita ceria
Hidup ini pun terasa bahagia .
Selama ini banyak orang menganggap penduduk asli Tapanuli Selatan semuanya etnis Mandailing dan sebagian Batak Toba. Anggapan ini sangat keliru. Tapanuli Selatan sebelum pemekaran wilayah menjadi Tapanuli Selatan (Ibu Kota Padang Sidempuan, kemudian Sipirok). Mandailing Natal (beribu kota Panyabungan). Sejak dahulu kala dihuni oleh penduduk asli yang terdiri dari etnis Angkola dan Mandailing.
Etnis Batak Angkola mayoritas mendiami Tapanuli Selatan sekarang, ditandai dengan dominasi marga Harahap dan Siregar. Mandailing memang mayoritas mendiami daerah Mandailing Natal yang sekarang, dengan dominasi marga Nasution dan Lubis.
Dalam sejarah Tapanuli Selatan dijelaskan, Angkola mengandung dua arti penting. Angkola bisa diartikan sebagai suatu wilayah, teritori atau daerah. Makna lain, Angkola adalah sebuah etnik berdiri sendiri dan asli di Sumatra Utara ini.
Sejarah mencatat, sebelum Indonesia merdeka, Wilayah Pemerintahan di Tapanuli Selatan dahulunya bernama Afdeling. Dipimpin oleh sorang Residen dengan pusat Pemerintahan Padangsidimpuan. Membawahi 3 Onder Afdeling dan masing-masing dipimpin oleh controlleur, seterusnya membawahi Onder Distrik dipimpin oleh Asisten Demang.
Onder Afdeling di bawah Afdeling, antara lain Angkola dan Sipirok berpusat di Padangsidimpuan. Onder Afdeling Padang Lawas di Sibuhuan dan Onder Afdeling Mandailing di Kota Nopan.
Selanjutnya Onder Afdeling yang membawahi Onder Distrik. Angkola, membawahi 3 Distrik masing-masing Angkola dengan pusat Padangsidimpuan, Batang Toru di Batang Toru dan Distrik Sipirok di Sipirok. Onder Distrik ini membawahi pula Luhat/Kuria yang dipimpin oleh Kepala Kuria.



Sangat bermanfaat
BalasHapusBagus sekali
BalasHapus